Pembelajaran PBL Menjadikan Siswa HOTS
Problem-based learning (PBL) adalah pendekatan pedagogis yang memungkinkan siswa untuk belajar sambil terlibat aktif dalam masalah terbuka yang diberikan. Siswa diberikan kesempatan untuk memecahkan masalah di dalam situasi yang kolaboratif.
Berbeda dengan pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru dan lebih berfokus pada menghafal, problem-based learning berpusat pada siswa. Pada metode ini, siswa terjun langsung pada proses pemecahan masalah, sehingga membentuk kebiasaan belajar mandiri melalui latihan dan refleksi.
Sebelumnya, problem-based learning telah dianggap sebagai metode pedagogis yang tepat untuk mempersiapkan lulusan di berbagai profesi, termasuk keperawatan, kedokteran, teknik, dan hokum. Kemudian, perkembangan problem-based learning diperluas dalam aplikasi untuk program pembelajaran lainnya. Problem-based learning adalah pendekatan pembelajaran yang efektif, terutama ketika dievaluasi untuk retensi dan aplikasi pengetahuan jangka panjang.
Manfaat problem-based learning
Inilah manfaat yang didapatkan dari menerapkan pendekatan problem-based learning.
1. Meningkatkan kemandirian dalam belajar
Dalam penerapannya, pendekatan ini mendorong anak-anak untuk berinisiatif dan tanggung jawab untuk pembelajaran mereka sendiri. Saat mereka didorong untuk menggunakan penelitian dan kreativitas, mereka mengembangkan keterampilan yang akan bermanfaat bagi mereka hingga dewasa.
2. Mendorong partisipasi aktif anak dalam belajar
Berbeda dengan pembelajaran tradisional yang cenderung mengharuskan siswa untuk duduk, mendengar, dan mencatat, pada pendekatan ini, siswa duduk di kursi kemudi. Mereka harus tetap tajam, menerapkan pemikiran kritis, dan berpikir out of the box untuk memecahkan masalah.
3. Mengembangkan keterampilan dalam dunia nyata
Melalui penerapan pembeljaran Problem Based Learning. Kemampuan yang dikembangkan siswa tidak hanya diterapkan ke dalam satu kelas atau materi pelajaran, tetapi juga dapat diterapkan pada sejumlah besar mata pelajaran sekolah serta kehidupan sehari-hari di luar sekolah. Mulai dari kepemimpinan hingga kemampuan menyelesaikan masalah dalam konteks kehidupan nyata.
4. Meningkatkan kemampuan kerja sama
Beragam aktivitas dalam pendekatan problem-based learning meminta siswa untuk berkolaborasi seperti bediskusi dengan teman sekelasnya untuk menemukan solusi. Pendekatan kerja sama ini mendorong anak-anak untuk membangun keterampilan seperti kolaborasi, komunikasi, kompromi, dan mendengarkan.
5. Mendorong penghargaan intrinsik
Penghargaan yang diperoleh dari problem-based learning jauh lebih besar daripada sekadar nilai A. Siswa mendapatkan rasa self-respect dan kepuasan karena mengetahui bahwa ia telah memecahkan teka-teki, menciptakan solusi inovatif, atau membuat produk yang nyata.
Tujuan utama dari model PBL bukan sekedar menyampaikan pengetahuan kepada siswa namun juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah serta kemampuan siswa itu sendiri yang secara aktif dapat memperoleh pengetahuannya sendiri. Melalui bimbingan guru yang secara berulang-ulang mendorong dan mengarahkan mereka untuk mengajukan pertanyaan dan mencari penyelesaian terhadap masalah nyata oleh mereka sendiri, siswa secara tidak langsung akan belajar untuk menyelesaikan tugas-tugas itu secara mandiri dalam hidupnya kelak.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SDN Kembangarum 01 dengan menerapkan pembeljaran PBL, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari PBL adalah agar peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, mandiri dalam belajar, dan memiliki keterampilan sosial yang tinggi dalam kehidupan.
Penulis : Rifana Habiba
NIM. : 1406022147
Universitas Negeri Semarang
PPG Prajabatan 2023